Cara Membuat Ambalan Baja Ringan: DIY Rak Dinding untuk Workshop

ambalan baja ringan DIY untuk workshop dan mesin 3D printer

Ambalan baja ringan DIY untuk menempatkan mesin 3D printer di workshop

Apalagi kalau sudah mulai punya berbagai alat dan mesin. Ruangan yang awalnya terlihat lega bisa berubah menjadi penuh dalam waktu singkat.

Kalau punya workshop sendiri, salah satu masalah yang cepat muncul biasanya bukan lagi soal mau bikin apa, tapi barang-barangnya mau ditaruh di mana.

Hal yang sama terjadi di workshop Ngebikin. Ruangan berukuran sekitar 4 × 3 meter sudah mulai dipenuhi berbagai barang, sementara masih dibutuhkan ruang khusus untuk peralatan lain—salah satunya mesin 3D printer.

Daripada membeli rak jadi, kali ini kita coba bikin ambalan dari baja ringan.

workshop penuh barang sebelum membuat ambalan baja ringan
Ketika workshop mulai penuh, memanfaatkan ruang vertikal bisa menjadi solusi.

🎥 Lihat proses lengkapnya di video berikut:
Cara Membuat Ambalan Baja Ringan untuk Workshop

Kenapa baja ringan?

Selain relatif ringan dan mudah dikerjakan, material ini juga menjadi pilihan menarik untuk proyek DIY karena tidak perlu khawatir terhadap masalah rayap seperti pada material kayu.

Catatan: Ambalan ini dibuat khusus untuk kebutuhan workshop dan menopang mesin 3D printer. Jumlah penyangga dan konstruksi tetap perlu disesuaikan dengan beban yang akan diletakkan di atasnya.


Kenapa Membuat Ambalan dari Baja Ringan?

Awalnya, ambalan ini dirancang untuk menjadi tempat mesin Bambu Lab A1, sebuah mesin 3D printer yang ukurannya relatif tidak terlalu besar.

Masalahnya, workshop berada di rumah yang sebelumnya memiliki masalah rayap sehingga beberapa material kayu sudah tidak digunakan lagi. Karena itu, baja ringan dipilih sebagai alternatif untuk membuat ambalan baru.

Selain itu, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Mesin 3D printer menghasilkan getaran ketika beroperasi.

Artinya, kita tidak hanya membutuhkan ambalan yang bisa menahan berat mesin, tetapi juga rangka yang cukup kokoh dan tidak mudah bergerak ketika mesin digunakan.

Karena itu, rangka dibuat menggunakan beberapa batang penyangga agar konstruksinya lebih kuat.


Ukuran Ambalan Baja Ringan

Dalam proyek ini, ukuran ambalan yang digunakan adalah:

BagianUkuran
Panjang94 cm
Lebar52 cm
Jumlah batang utama/penyangga6 batang
Jarak antarpenyangga±17 cm

Ukuran panjang 94 cm dan lebar 52 cm ditentukan berdasarkan ruang yang tersedia dan ukuran mesin yang akan diletakkan di atasnya.

Jumlah penyangga juga dibuat lebih banyak karena ambalan akan digunakan untuk menopang mesin 3D printer yang menghasilkan getaran saat bekerja.

Jangan langsung meniru jumlah penyangga ini untuk semua proyek. Jika barang yang akan diletakkan lebih berat, konstruksi dan jumlah penyangga perlu disesuaikan.


Alat dan Bahan

alat dan bahan membuat ambalan dari baja ringan
Material dan alat yang digunakan untuk membuat rangka ambalan

Sebelum mulai, siapkan beberapa alat dan material berikut:

Bahan

  • Baja ringan
  • Baut baja ringan
  • Rivet/rivet nut atau fastener yang sesuai dengan konstruksi
  • Material pengikat ke dinding yang sesuai dengan jenis dinding

Alat

  • Meteran
  • Pensil atau spidol
  • Bor
  • Mata bor yang sesuai
  • Alat pemotong baja ringan
  • Alat ukur untuk mengecek kelurusan

Tips: Pastikan jenis baut dan anchor yang digunakan untuk pemasangan ke dinding sesuai dengan material dinding. Cara memasang ambalan ke dinding bata tentu berbeda dengan dinding beton atau gypsum.


Langkah 1 — Tentukan Ukuran Ambalan

Pertama, tentukan ukuran ambalan yang akan dibuat.

Untuk proyek ini, panjang yang digunakan adalah 94 cm, sedangkan lebarnya 52 cm. Dua batang dengan panjang 94 cm digunakan sebagai bagian depan dan belakang rangka.

Sebelum memotong, jangan lupa mengukur area tempat ambalan akan dipasang.

Ini penting karena kondisi dinding tidak selalu benar-benar rata atau tegak lurus.

Dalam proyek ini pun terdapat penyesuaian pada bagian ujung rangka karena kondisi dinding.

mengukur baja ringan 94 cm untuk rangka ambalan
Batang utama ambalan dipotong dengan panjang 94 cm

Langkah 2 — Potong Dua Batang Utama

Setelah ukuran ditentukan, potong dua batang baja ringan dengan panjang 94 cm.

Kedua batang ini nantinya berfungsi sebagai bagian depan dan belakang dari rangka ambalan.

Pada proyek ini, bagian ujung rangka juga perlu dibuat sedikit berlekuk atau disesuaikan sekitar 3,5 cm agar dapat mengikuti kondisi konstruksi yang dibuat.

Pastikan setiap potongan sudah sesuai sebelum masuk ke tahap perakitan.


Langkah 3 — Tentukan Posisi Batang Penyangga

Nah, bagian ini cukup penting.

Karena panjang ambalan adalah 94 cm, bagian penyangga perlu dibagi secara merata agar beban tidak hanya bertumpu pada satu titik.

Dalam proyek ini, sisa panjang yang dihitung adalah sekitar 84,5 cm dan kemudian dibagi menjadi lima bagian.

Hasilnya sekitar 16,9 cm, kemudian dibulatkan menjadi 17 cm untuk mempermudah pengukuran di lapangan.

Jadi, tandai posisi batang penyangga dengan jarak kurang lebih 17 cm.

mengukur jarak penyangga ambalan baja ringan 17 cm
Posisi penyangga ditandai dengan jarak sekitar 17 cm

Kenapa jaraknya harus dibuat teratur?

Karena semakin baik distribusi penyangga, semakin merata pula beban yang diterima oleh rangka.

Terlebih lagi, ambalan ini akan digunakan untuk mesin yang menghasilkan getaran.


Langkah 4 — Tandai Semua Titik Sambungan

Setelah menentukan jarak, buat garis penanda pada rangka.

Mulai dari salah satu ujung, ukur sekitar 17 cm, kemudian ulangi sampai seluruh posisi penyangga sudah ditentukan.

Tidak perlu terburu-buru di bagian ini.

Ukuran yang konsisten akan membuat proses perakitan jauh lebih mudah.

Kalau titik sambungannya sudah ditandai sejak awal, kita juga bisa menghindari posisi rangka yang miring atau tidak simetris.


Langkah 5 — Rakit Rangka Ambalan

Setelah semua bagian dipotong dan diberi tanda, saatnya menyatukan rangka.

Posisikan batang-batang penyangga sesuai tanda yang sudah dibuat.

merakit rangka ambalan baja ringan dengan baut
Batang penyangga dirakit menjadi satu rangka ambalan.

Kemudian sambungkan menggunakan fastener yang sudah disiapkan.

Dalam video, bagian rangka kemudian dikencangkan menggunakan baut baja ringan, sementara sambungan lainnya menggunakan sistem rivet/fastener.

Pastikan setiap sambungan terpasang dengan kuat.

Jangan hanya mengecek apakah baut sudah masuk. Coba gerakkan rangka secara perlahan untuk melihat apakah masih ada bagian yang longgar.


Langkah 6 — Pastikan Posisi Rangka Sudah Benar

Setelah rangka mulai terbentuk, cek kembali orientasi setiap bagian.

Pastikan tidak ada bagian yang terbalik dan semua batang penyangga berada pada posisi yang benar.

Dalam proses perakitan, bagian bawah rangka juga perlu diperhatikan dan dikencangkan agar konstruksinya tidak mudah bergerak.

Ini adalah tahap yang terlihat sederhana, tetapi cukup penting.

Rangka yang sedikit miring pada awal pengerjaan bisa menjadi masalah ketika ambalan sudah dipasang ke dinding.


Langkah 7 — Buat Lubang untuk Fastener

Setelah posisi sambungan ditentukan, buat lubang menggunakan bor.

Pastikan ukuran lubang sesuai dengan fastener yang digunakan.

Setelah lubang dibuat, fastener dapat dimasukkan dan dikencangkan menggunakan bor atau alat yang sesuai.

Kerjakan satu per satu dan jangan langsung mengencangkan semua bagian secara penuh.

Dengan cara ini, posisi rangka masih bisa sedikit dikoreksi jika ternyata ada bagian yang belum lurus.


Langkah 8 — Cek Kelurusan Ambalan

mengecek kelurusan rangka ambalan baja ringan
Sebelum dipasang ke dinding, pastikan rangka sudah cukup lurus.

Sebelum ambalan digunakan, jangan lupa mengecek apakah rangka sudah lurus.

Gunakan alat ukur yang tersedia untuk memastikan rangka tidak terlalu miring.

Dalam proyek ini, hasil pengecekan menunjukkan rangka sudah cukup baik dan kemudian dilanjutkan ke tahap pemasangan.

Kalau hasilnya masih miring, lebih baik diperbaiki sekarang daripada setelah ambalan terpasang dan sudah diberi beban.


Langkah 9 — Pasang Ambalan ke Dinding

Setelah rangka selesai dan kelurusannya sudah diperiksa, tahap berikutnya adalah memasangnya ke dinding.

Pastikan titik pemasangan berada pada bagian dinding yang cukup kuat untuk menahan beban.

Gunakan jenis anchor atau pengikat yang sesuai dengan material dinding.

Jangan menganggap semua dinding memiliki kekuatan yang sama.

Dinding beton, bata, bata ringan, dan gypsum membutuhkan metode pemasangan yang berbeda.


Langkah 10 — Lakukan Tes Beban

Sebelum langsung meletakkan mesin 3D printer, lakukan pengujian secara bertahap.

Mulai dengan beban ringan.

hasil akhir ambalan baja ringan untuk mesin 3D printer
Hasil akhir: ambalan baja ringan siap digunakan sebagai ruang tambahan di workshop

Perhatikan apakah ada:

  • Rangka yang melengkung
  • Sambungan yang bergerak
  • Baut yang terasa longgar
  • Bagian dinding yang mengalami pergeseran
  • Ambalan yang terasa bergetar berlebihan

Jika semuanya aman, barulah gunakan ambalan untuk kebutuhan sebenarnya.

Untuk proyek ini, ambalan memang dirancang untuk menopang mesin 3D printer yang menghasilkan getaran ketika beroperasi.


Tips Membuat Ambalan Baja Ringan agar Lebih Kokoh

1. Sesuaikan penyangga dengan beban

Semakin berat barang yang akan diletakkan, semakin penting distribusi beban.

Jangan menentukan jumlah penyangga hanya berdasarkan panjang ambalan.

Pertimbangkan juga berat barang dan apakah barang tersebut menghasilkan getaran.

2. Jangan abaikan kondisi dinding

Dalam proyek ini, kondisi dinding tidak sepenuhnya rata sehingga rangka perlu disesuaikan.

Karena itu, selalu lakukan pengukuran langsung di lokasi.

3. Cek kelurusan sebelum pemasangan

Lebih mudah memperbaiki rangka ketika masih berada di meja kerja daripada ketika sudah terpasang di dinding.

4. Gunakan fastener yang sesuai

Baut dan rivet yang digunakan harus sesuai dengan ketebalan serta jenis material yang disambungkan.

Untuk bagian yang menempel ke dinding, gunakan anchor yang sesuai dengan jenis dinding.

5. Jangan langsung memberi beban maksimum

Lakukan pengujian bertahap.

Ini terutama penting untuk ambalan DIY yang digunakan untuk barang berat atau mesin yang menghasilkan getaran.


Apakah Ambalan Baja Ringan Cocok untuk Workshop?

Menurut kami, bisa menjadi pilihan menarik untuk proyek DIY, terutama ketika membutuhkan storage tambahan dengan konstruksi yang relatif sederhana.

Keuntungannya adalah material mudah ditemukan dan bisa dipotong serta dirakit sesuai kebutuhan.

Dalam kasus workshop Ngebikin, ambalan ini juga membantu memanfaatkan ruang vertikal yang sebelumnya tidak digunakan.

Daripada semua peralatan memenuhi lantai, sebagian bisa dipindahkan ke atas dan membuat area kerja menjadi lebih lega.

Dan kalau workshop kamu juga mulai penuh, mungkin masalah berikutnya bukan lagi bagaimana membuat ambalan—tetapi bagaimana mengatur semua barang yang sudah berhasil dibuat.


Kesimpulan

Membuat ambalan dari baja ringan tidak harus menjadi proyek yang rumit.

Dengan menentukan ukuran sejak awal, membagi posisi penyangga secara merata, menggunakan sambungan yang sesuai, dan memastikan rangka benar-benar lurus sebelum dipasang, kita bisa membuat storage tambahan yang sesuai dengan kebutuhan workshop.

Pada proyek ini, ambalan dibuat dengan ukuran sekitar 94 × 52 cm dan menggunakan beberapa batang penyangga untuk membantu menopang mesin 3D printer yang menghasilkan getaran ketika digunakan.

Yang paling penting: jangan hanya meniru ukuran.

Setiap workshop, dinding, dan beban memiliki kondisi yang berbeda. Gunakan prinsip yang sama, lalu sesuaikan konstruksinya dengan kebutuhanmu.

Karena pada akhirnya, inti dari DIY bukan membuat sesuatu yang persis sama dengan tutorial.

Tapi bikin sesuatu yang paling pas buat kebutuhanmu sendiri.


FAQ

Apakah baja ringan bisa digunakan untuk membuat ambalan?

Bisa, selama konstruksi, sambungan, jumlah penyangga, dan metode pemasangannya disesuaikan dengan beban yang akan ditanggung.

Berapa ukuran ambalan dalam tutorial ini?

Ambalan dibuat dengan ukuran sekitar 94 cm × 52 cm.

Mengapa menggunakan banyak penyangga?

Karena ambalan digunakan untuk menopang mesin 3D printer yang menghasilkan getaran saat beroperasi. Penyangga tambahan membantu mendistribusikan beban dan membuat rangka lebih kokoh.

Apakah ukuran ini bisa digunakan untuk rak lain?

Bisa dijadikan referensi, tetapi jangan dianggap sebagai ukuran universal. Ukuran dan jumlah penyangga perlu disesuaikan dengan jenis barang, berat beban, dan kondisi dinding.

Apakah ambalan baja ringan harus dipasang ke dinding?

Untuk ambalan yang digunakan menopang beban, metode pemasangan ke dinding sangat penting. Gunakan anchor atau pengikat yang sesuai dengan jenis dinding dan beban yang akan ditanggung.

Baca Juga

  • Cara Membuat Ambalan Baja Ringan: DIY Rak Dinding untuk Workshop

    Cara Membuat Ambalan Baja Ringan: DIY Rak Dinding untuk Workshop

    Apalagi kalau sudah mulai punya berbagai alat dan mesin. Ruangan yang awalnya terlihat lega bisa berubah menjadi penuh dalam waktu singkat. Kalau punya workshop sendiri, salah satu masalah yang cepat muncul biasanya bukan lagi soal mau bikin apa, tapi barang-barangnya mau ditaruh di mana. Hal yang sama terjadi di workshop Ngebikin. Ruangan berukuran sekitar 4…


  • Memperbaiki Jemuran Aluminium yang patah

    Memperbaiki Jemuran Aluminium yang patah

    “Paaaahhh jemuraaannnya pataaah nihhh” seketika istri teriak ketika kopi pahit sedang kuhirup. Anjrit, bikin keselek coooyy…. Ini dia yang harus kita beresin. Jemuran aluminium yang patah itu emang sering banget kita temui, karena memang material aluminium yang dipakai juga tergolong empuk. Teman-Teman Punya Jemuran Aluminium juga? Kakinya patah ? Nggak Perlu Beli Jemuran Baru. Yuk,…


  • Cara memperbaiki kursi kayu yang goyang

    Cara memperbaiki kursi kayu yang goyang

    Cara memperbaiki kursi kayu yang goyang Kesal rasanya jika punya kursi kesayangan yang mudah berjoget (goyang-goyang) begitu juga yang terjadi di markas Ngebikin.com. Kita punya kursi kayu panjang yang paling fleksibel. Kalo sendiri bisa selonjoran, kalo sama teman bisa bertiga terus sekarang dia goyang, sayang sekali umurnya cuma sebentar L. Tapi kita sebagai makers budiman…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *